Tantangan Hak Cipta di Era TikTok: Siapa Pemilik Konten Online?

Tantangan Hak Cipta di Era TikTok: Siapa Pemilik Konten Online?

Buku menyatukan analisis oleh otoritas di daerah tentang aspek hukum yang terkait dengan pembagian, reproduksi, dan modifikasi karya intelektual di internet

Dubbing audio pihak ketiga, menggunakan meme dengan gambar orang anonim dan mengubah konten dengan filter dan montase adalah beberapa fitur paling populer dari jejaring sosial seperti TikTok dan Instagram. Meskipun menghibur, praktik-praktik ini merupakan tantangan bagi produsen konten asli, karena memfasilitasi pembagian, reproduksi, dan modifikasi karya intelektual tanpa sepengetahuan atau izin pencipta.

Untuk mendorong perdebatan tentang perlunya perubahan dalam cara hak cipta diperlakukan di ruang virtual, Almedina Brasil menerbitkan karya kolektif Autoral Rights and Internet – Diagnostics and Perspectives of Brazilian Debate. Judul tersebut merupakan hasil penelitian tahap kedua “Copyright Reform in Brazil”, yang dilakukan oleh Center for Teaching and Research in Innovation (CEPI) dari Getúlio Vargas Foundation (FGV), antara tahun 2021 dan 2022, dengan dukungan dari Google dan Meta, pemilik Facebook.

Perkembangan Internet dan Teknologi Informasi dan
Communication (TICs), terkait dengan munculnya masyarakat
informasi, memprovokasi modernisasi yang intens di jalan
cara membuat, mereproduksi, membagikan, dan menggunakan karya budaya.
Fenomena ini, pada gilirannya, menyoroti anakronisme banyak orang
dari kerangka kelembagaan tradisional Hukum Hak Cipta, yang dirancang
dan masih berkembang dalam konteks analog yang dominan.

(Hak Cipta dan Internet, hal. 11).

Karya yang menggabungkan artikel-artikel dari para peneliti dan para ahli di bidangnya ini, memiliki kata pengantar dari Menteri Kehakiman Tinggi, Nancy Andrighi, tokoh penting dalam perdebatan tentang modernisasi UU Hak Cipta. Teks-teks yang disajikan menunjukkan kesulitan dalam hubungan hukum, yang diubah oleh kemajuan internet, dan mendorong terciptanya peraturan kepenulisan baru yang melindungi pencipta, tanpa merusak kebebasan berekspresi atau membatasi akses pengetahuan.

Hak Cipta dan Hukum Internet dikoordinasikan oleh Alexandre Pacheco da Silva, PhD dalam Kebijakan Ilmiah dan Teknologi dan Koordinator Pusat Pengajaran dan Penelitian dalam Inovasi (CEPI) di FGV Direito SP, dan oleh mahasiswa Magister Hukum dan peneliti Tatiane Guimarães dan Andréa Lasevicius Moutinho. Buku ini mencermati isu-isu yang menarik tidak hanya bagi penulis karya intelektual, tetapi juga bagi konsumen, pengguna platform digital dan jejaring sosial, serta entitas, publik dan swasta, yang terkait dengan bidang tersebut.


LANJUTKAN SETELAH IKLAN

Sebagai pemain totobet sydney kamu harus beroleh seluruh hasil togel online lengkap, sehingga dapat jadi seorang togelmania. Lantas bersama begitu bettor wajib menemukan area penyedia hasil pengeluaran hk, keluaran sgp dan data sdy live terlengkap 2022.